Desakan Edy Rahmayadi Mundur Menguat

Desakan-Edy-Rahmayadi-Mundur-Menguat

Meski desakan Edy Rahmayadi Mundur mengalir deras. Namun posisinya sepertinya masih akan aman. Sebab menurut anggota exco PSSI, Gusti Randa menyatakan belum ada desakan serupa di dalam tubuh federasi sepakbola Indonesia tersebut.

Desakan sang ketum untuk menanggalkan jabatannya sebagai keutau umum PSSI semakin nyaring terdengar seiirng kegagala timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Publik menganggap Edy tidak becus melaksanakan tugasnya sbagai ketua umum PSSI. Tagar #edyout semakin mucul di dunai maya. Masyarakat meminta agar mantan pangilima komandi angkatan darat itu fokus pada jabatannya sebagai gubernur Sumatera Utara.

Namun, desakan suara suporter timnas Indonesia berbanding terbalik dengan anggota pssi . Sampai saat ini, belum ada satupun anggita PSSI yang menyuarakan desakan agar Edy Rahmayadi mundur. Gusti Randa mengatakan PSSI baru akan melakukan kongres tahunan pada Januari 2019. Itupun belum tentu bakal menjema menjadi kongres luar biasa yang bermuara pada desakan Edy Rahmayadi Mundur.

Desakan Edy Rahmayadi Mundur, Gusti Randa Pastikan Sang Ketum Aman

Desakan-Edy-Rahmayadi-Mundur-Menguat-1

Kongres di Bali iyu kongeres tahunan. Bisa saja itu menjelma menjadi KLB namun tergantung voter. Akan tetapi, saya kira terlalu jauh untuk kami mengatakan bakal diadakan KLB. Sebab, KLB itu harus ada tahapan-tahapannya juga.

PSSI organisasi besar, saat ini tidak ada satupn suat dari member anggota pemilik suara PSSI yang meminta Edy Out. Mekanismenya pun sudah jelas karena Pak Edy memang tidak dipilh masyarakat. Namun member. Namun, member tidak ada satupun yang bicara Edy out.

Para Fans Geram, Desakan Edy Rahmaydi Mundur di GBK Menggema

Desakan Edy Rahmayadi Mundur benar-benar terasa di GBK saat timnas Indonesia melawa Filipina. Dimana sepanjang jalannya pertandingan para suporter terus bernyanyi dengan mendesak agar dirinya segera mundur dari jabatannya.

Kegeraman para suporter lantaran dibawah arahannya PSSI justru kian merosot. Khususnya di level senior. Bahkan di musim ini saja banyak keputusan-keputusannya yang kontrversi. Dimana jelas ini akan merugikan sepakbola Indonesia dan juga para pemain sepakbola. Sehingga kalangan inginkan adanya perubahan di tubuh PSSI.

 

Edy Rahmayadi Harus Mundur Dari Ketua PSSI

Edy-Rahmayadi-Harus-Mundur-Dari-Ketua-PSSI-

Timnas Indonesia sudah dipastikan tersingkir dari gelaran AFF 2018. Dan buntut buruknya performa garuda merah putih membuat para fans meminta agar Edy Rahmayadi harus mundur. Khususnya dari jabatannya sebagai ketua PSSI.

Berikut ini empat alasan Edy Rahmayadi harus mundur dari ketua umum PSSI.

Edy-Rahmayadi-Harus-Mundur-Dari-Ketua-PSSI-1

Performa Buruk Timnas

Alasan pertama Edy Rahmayadi harus mundur dikarenakan penampilan timnas Indonesia sangatlah buruk sekali. Ya dibawah kendalinya justru semakin merosot. Mereka mampu menembus final piala AFF 2016 tetapi usai itu tidak ada peningkatan dan bahkan saat ini tenga kesulitan.

Dari empat laga yang sudah di jalani timnas hanya mampu meraih satu kemenangan, satu kali imbang dan dua kali menelan kekalahan. Dimana hasil itu tentunya sangat memalukan. Pasalnya Indonesia di tahun ini menjadi salah satu kandida juara setelah adanya regenerasi pemain di semua level.

Liga 1 Tetap Bergulir

Salah satu hal yang cukup mengejutkan bagi pecinta sepakbola pada umumnya adalah tetap bergulirnya Liga 1 selama perhelatan Piala AFF 2018. Anehnya, pertadingan liga dimainkan pada hari timnas Indonesia kalah dari Singapura di laga pembuka dan beberaa jam sebelum kick off melawan Thailand juga.

Dengan begitu banyak para suporter timnas banyak yang protes karena PSSI mengizinkan pertandingan liga untuk terus berjalan disaat timnas mereka berjuang di Piala AFF 2108. Itulah yang membuat Edy Rahmayadi harus mundur dari jabatannya.

Lupa Pasang Patch di Jersey

Setelah pertandingan liga tetap berjalan selama Piala AFF 2018, PSSI kembali menjadi sorotan karena mereka lupa memasang patch turnamen pada seragam pemain dalam laga melawan Timor Leste. Alhasil mereka mendapatkan denda sebesar 73 juta rupiah.

Dimana jelas hal ini membuat para fans geram dan menilai keteledoran tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Pasalnya AFF merupakan event dua tahunan sepakbola Asia Tenggara yang rutin digelar. Hal itulah yang membuat Edy Rahmayadi harus mundiur dalam waktu dekat ini.

Rangkap Jabatan

Alasan lainnya Edy Rahmayadi harus mundur. Pasalnya kini dirinya tengah  menjabat sebagai gubernur Sumatera Utara dan ketua umum PSSI. Bahkan sejumlah petisi sudah banyak dilakukan dan demikian juga di beberapa laga resmi Internasional termasuk Piala AFF tahun ini.