Riedl Komentari Timnas Indonesia Di AFF 2018

Hasil imbang 1-1 antara Filipina kontra Thailand tentu saja membuat langkah merah putih otomatis kandas. Dan Afred Riedl komentari timnas Indonesia. Dimana dirinya menyatakan sangat sedih melihat tim yang pernah dia tangani harus gagal total di ajang AFF 2018.

Seperti diketahui, timnas Indonesia harus menelan kenyataan pahit di Piala AFF tahun ini. Usai tim Garuda harus tersingkir dari turnamen sepakbola paling bergengsi di Asia Tenggara itu. Bahkan di saat masih memiliki satu pertandingan lagi di fase grup.

Hal ini pun langsung membuat mantan pelatih timnas Afred Riedl angkat bicara soal kegagalan tersebut.  Juru racik yang kini berada di Austria memberikan jawaban-jawabannya saat di wawancarai langsung oleh media Indonesia.

Riedl Komentari Timnas Indonesia dan Berikut  Ini tanggapannya.

Riedl-Komentari-Timnas-Indonesia-Di-AFF-2018-1

Ikut Bersedih

Sebagai pelatih timnas Indonesia dalam tiga edisi di ajang AFF.  Alfred cukup memahami betul seleuk beluk sepabola Indonesia dan negara-negara  Asia Tenggara. Pasalnya dirinya pernh mengecap pahit dan manis bersama tim merah putih.

Tampil di final, meski akhirnya gagal juara. Pada piala AFF 2010 dan 2016 serta pernah pula merasakan terdepak dini dari Piala AFF 2014 silam. dan berikuti ini Riedl komentari timnas Indonesia “Tentu saja saya masih sangat tertarik dengan sepakbola Indonesia terutama Liga 1 dan khususnya tentang timnas Indonesia.”Kata Afred Riedl kepada media.

“Saya masih berhubungan dengan beberapa pengamat sepakbola Indonesia. Mereka yang memberikan saya informasi terkini perihal situasi sepakbola di Indonesia.”.”Sungguh sangat disayangkan timnas Indonesia tidak bisa melaju ke semifinal pada AFF tahun ini.”

Kritik PSSI

Selain Riedl komentari timnas Indonesia. Dirinya menyebut gaya ala Spanyol ke sepakbola Indonesia mungkin terkesan luar biasa. Tetapi dirinya menilai hal itu tidak cukup efektif. Pasalnya pemain timnas Indonesia harus beradaptasi dengan taktik maupun sistem latihan.

Padahal, persoalaan terbesarnya adalah pemain Indonesia. Khususnya para pemain muda jarang mendapatkan pelatihan atau pendidikan yang sama halnya dengan pemain-pemain muda di Eropa. Hal itulah yang membuat indonesia gagal.

Sang pelatih juga menilai mempercayakan posisi pelatih kepala timnas dengan sosok muda potensial. Namun belum punya pengalaman dianggapnya sangat beresiko dan patut di pertanyakan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *